When you are in the cross road, let be aware, time is very short can not be stopped, therefore, you have to make decision and the best choice. Since life is choosing and deciding.
I am proud to belong to a religion which has taught the world both tolerance and universal acceptance. We believe not only in universal tolerance, but we accept all religions as true. As different streams having different sources all mingle their waters in the sea, so different paths which men take through different tendencies various though they appear, crooked or straight, all lead to God.
Albert Einstein: Ketika saya membaca Bhagavad Gita lalu merenungkan tentang bagaimana Tuhan menciptakan jagat raya ini, segala hal lain terasa begitu tidak bermakna.
Ralph Waldo Emerson: Veda memuliakan hidup kita. Seluruh filsafat dan ilmu pengetahuan Barat tampak kecil dan tak berarti di hadapan Veda. Seluruh manusia di bumi ini harus kembali ke Veda.
Arthur Schoupenhour: Ini meyakinkan orang banyak bahwa Veda adalah abadi dan tidak dapat dijawab oleh manusia dan bahwa Veda berasal dari Brahman, yang adalah penciptanya.
Prof. Heeren: Veda berdiri tegak sendirian dalam kemegahannya sebagai mercusuar cahaya suci bagi gerak maju kemanusiaan.
Lord Morley: Apa yang ditemukan dalam Veda, tidak ada di tempat lain.
Leo Tolstoy:Agama Veda tidak hanya agama yang tertua tapi juga agama yang paling sempurna. Ia menempati posisi pertama dan yang paling utama di antara agama-agama dunia.
Gerald Heard: ”Vedanta sangat ilmiah tentang – hukum-hukum yang mengatur alam semesta.”
Dr. Kenneth Walker:
Menyanjung kebijaksanaan Veda dan mengatakan, ”Vedanta merupakan suatu usaha untuk meringkas seluruh pengetahuan manusia dan membuat manfaat seluruh pengalaman manusia.
Pada suatu saat ia adalah agama, pada saat lainnya filsafat dan saat lainnya lagi ilmu pengetahuan.”
Dengan kata lain 3 pilar ilmu pengetahuan dunia, terdapat di dalam kitab suci Veda yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi.
Pall Thema: Veda adalah dokumen mulia, dokumen yang tidak saja bernilai dan menjadi kebanggaan India tetapi bagi seluruh umat manusia, karena di dalamnya kita melihat manusia berupaya untuk mengangkat dirinya di atas keberadaan dunia ini.
When you are in the cross road, let be aware, time is very short can not be stopped, therefore, you have to make decision and the best choice. Since life is choosing and deciding.
BalasHapusI am proud to belong to a religion which has taught the world both tolerance and universal acceptance. We believe not only in universal tolerance, but we accept all religions as true. As different streams having different sources all mingle their waters in the sea, so different paths which men take through different tendencies various though they appear, crooked or straight, all lead to God.
BalasHapus(Source: Swami Vivekananda)
Albert Einstein: Ketika saya membaca Bhagavad Gita lalu merenungkan tentang bagaimana Tuhan menciptakan jagat raya ini, segala hal lain terasa begitu tidak bermakna.
BalasHapusRalph Waldo Emerson: Veda memuliakan hidup kita. Seluruh filsafat dan ilmu pengetahuan Barat tampak kecil dan tak berarti di hadapan Veda. Seluruh manusia di bumi ini harus kembali ke Veda.
BalasHapusArthur Schoupenhour: Ini meyakinkan orang banyak bahwa Veda adalah abadi dan tidak dapat dijawab oleh manusia dan bahwa Veda berasal dari Brahman, yang adalah penciptanya.
Prof. Heeren: Veda berdiri tegak sendirian dalam kemegahannya sebagai mercusuar cahaya suci bagi gerak maju kemanusiaan.
Lord Morley: Apa yang ditemukan dalam Veda, tidak ada di tempat lain.
Leo Tolstoy:Agama Veda tidak hanya agama yang tertua tapi juga agama yang paling sempurna. Ia menempati posisi pertama dan yang paling utama di antara agama-agama dunia.
Gerald Heard: ”Vedanta sangat ilmiah tentang – hukum-hukum yang mengatur alam semesta.”
Dr. Kenneth Walker:
Menyanjung kebijaksanaan Veda dan mengatakan, ”Vedanta merupakan suatu usaha untuk meringkas seluruh pengetahuan manusia dan membuat manfaat seluruh pengalaman manusia.
Pada suatu saat ia adalah agama, pada saat lainnya filsafat dan saat lainnya lagi ilmu pengetahuan.”
Dengan kata lain 3 pilar ilmu pengetahuan dunia, terdapat di dalam kitab suci Veda yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi.
Pall Thema: Veda adalah dokumen mulia, dokumen yang tidak saja bernilai dan menjadi kebanggaan India tetapi bagi seluruh umat manusia, karena di dalamnya kita melihat manusia berupaya untuk mengangkat dirinya di atas keberadaan dunia ini.